Andi Widjajanto Sorot Profesionalitas Tentara di 30 Tahun Kudatuli
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Peringatan 30 tahun Kudatuli (serangan 27 Juli 1996) digelar di kantor DPP PDIP, Jakarta, dihadiri Megawati Soekarnoputri dan Muhammad Prananda Prabowo. Dalam acara tersebut, politikus PDIP sekaligus eks Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto menyoroti profesionalitas tentara sebagai pesan utama insiden itu. Ia menegaskan tentara tidak boleh keluar dari koridor profesionalnya, terutama memasuki ranah politik yang bukan kompetensinya. Tugas tentara adalah menjaga pertahanan dan kedaulatan negara, bukan mengurusi pemerintahan sipil atau sektor non-militer seperti pertanian. Andi mengutip amanat Panglima Pertama TNI Jenderal Besar Sudirman (1950) dan Presiden Sukarno (1953) agar tentara tidak terpecah dan terbawa kepentingan politik. Menurutnya, masalah Indonesia sejak 1966 hingga krisis 1998 adalah karena tentara kehilangan jati diri dan masuk ke politik. Ia menekankan hal itu harus dicegah saat ini.
Bagikan
Berita terkait
Gibran Minta Korban Keracunan MBG Bawa Bekal Rumah, PDIP: Negara Sedang Tak Percaya Pada Makanan yang Dimasaknya Sendiri
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 19.32
Teringat Masa Lalu, Nasi Goreng Jadi Sinyal Megawati Gabung Koalisi Prabowo-Gibran?
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 14.50
Saatnya Koalisi? Ini Bocoran Pertemuan Selanjutnya antara Megawati dan Prabowo
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 14.30
Depan Prabowo, Megawati Tegaskan Masih Akan di Luar Koalisi
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 13.50