Anggota DPR RI Rajiv Minta Pemerintah Anggarkan Vaksin untuk Anak Gajah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggota DPR RI dari Komisi IV, Rajiv, menyoroti kematian anak gajah betina bernama Yuna di bawah tiga tahun di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh. Menurut diagnosa awal, kematian Yuna diduga disebabkan oleh virus elephant endotheliotropic herpesvirus (EEHV), yang sangat berbahaya bagi anak gajah. Rajiv meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kehutanan, untuk memberikan perhatian serius terhadap pencegahan dan perlindungan anak gajah, termasuk alokasi anggaran untuk vaksin dan kebutuhan medis terkait EEHV. Menurutnya, kebijakan konservasi tidak hanya harus fokus pada perlindungan habitat dan pencegahan perburuan, tetapi juga harus mencakup aspek kesehatan satwa, terutama mengingat anak gajah rentan terhadap penyakit. Rajiv juga meminta evaluasi kesehatan gajah lain di sekitar PLG Saree untuk mencegah penyebaran virus dan memastikan sistem deteksi serta penanganan cepat terhadap penyakit tersedia di pusat konservasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 11.27
Kemenhut Ungkap Penyebab Kematian Gajah Yuna di Aceh
Berita terkait
Jaga Gajah SM Padang Sugihan dari Efek Karhutla, Menhut Perkuat Pasukan Darat
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 16.53
Menhut Jamin 29 Gajah di Padang Sugihan Sumsel Aman dari Karhutla
JawaPos · 18 September 2026 pukul 09.45
Jaga Gajah Padang Sugihan dari Karhutla, Menhut Raja Antoni Pertebal Pasukan Darat
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 23.42
Populasi Gajah di Bengkulu Terancam, Kini Tinggal 25-30 Ekor
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 10.25