Anggota KKN UMY Ungkap Korban Gempa NTT Butuh Dukungan Medis dan Logistik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus, menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa. Hingga Minggu, 16 Agustus, tercatat 51 orang meninggal dunia, sementara 12% pelanggan PLN belum mendapat pasokan listrik. Banyak warga di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, termasuk Kelurahan Pota dan Desa Nanga Mbaling, mengungsi dan mendirikan tenda mandiri.
Seorang anggota KKN UMY, Fifin Anggela Prista, melaporkan bahwa warga membutuhkan bantuan medis dan logistik mendesak. Banyak yang mengalami luka namun penanganan terbatas karena kurangnya obat dan alat medis. Pusat perbelanjaan lumpuh, sehingga masyarakat kesulitan memperoleh makanan dan air minum.
Akses ke wilayah terdampak mengalami kendala akibat kerusakan jalan, menghambat distribusi bantuan. Operasi SAR terus dilakukan untuk mencari korban dan membuka akses terisolasi. Pemerintah dan berbagai pihak, termasuk Pertamina yang memulihkan operasional SPBU, berupaya membantu penanganan pascagempa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 14.04
Kerahkan Pesawat Angkut A400M, Menhan Sjafrie Bawa 20,9 Ton Bantuan Kemanusiaan ke NTT
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.08
Gerindra Kirim Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 15.44
Prabowo Pastikan Gerak Cepat Tangani Gempa NTT, Kirim 50 Ribu Paket Bantuan
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 20.00
Kemensos Kirim 48 Ton Beras, Wamensos Terjun ke NTT
Berita terkait
Bantu Korban Gempa, Tim Solidaritas Kemanusiaan Mulai Bergerak di NTT
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 14.19
Pastikan Stok Aman, Bulog Salurkan 1.321 Ton Beras Pascagempa NTT
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 23.55
Gerak Cepat Mendagri Tito Karnavian Tangani Bencana di Aceh hingga NTT
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 18.36
BMKG Catat 4.258 Gempa Susulan di NTT, Berpotensi Hingga 4 Minggu
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 09.30