Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Anggota KKN UMY Ungkap Korban Gempa NTT Butuh Dukungan Medis dan Logistik

Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus, menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa. Hingga Minggu, 16 Agustus, tercatat 51 orang meninggal dunia, sementara 12% pelanggan PLN belum mendapat pasokan listrik. Banyak warga di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, termasuk Kelurahan Pota dan Desa Nanga Mbaling, mengungsi dan mendirikan tenda mandiri.

Seorang anggota KKN UMY, Fifin Anggela Prista, melaporkan bahwa warga membutuhkan bantuan medis dan logistik mendesak. Banyak yang mengalami luka namun penanganan terbatas karena kurangnya obat dan alat medis. Pusat perbelanjaan lumpuh, sehingga masyarakat kesulitan memperoleh makanan dan air minum.

Akses ke wilayah terdampak mengalami kendala akibat kerusakan jalan, menghambat distribusi bantuan. Operasi SAR terus dilakukan untuk mencari korban dan membuka akses terisolasi. Pemerintah dan berbagai pihak, termasuk Pertamina yang memulihkan operasional SPBU, berupaya membantu penanganan pascagempa.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait