Anjing, Kucing, dan Burung di Luar Rumah Saat Abu Krakatau Turun, Ini yang Terjadi pada Tubuh Mereka
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sejak erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4 September 2026, abu vulkanik menyebar ke Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu. Abu ini mengandung partikel halus berlapis asam, silika, sulfur dioksida, fluorida, asam klorida, arsenik, timbal, kadmium, dan nikel dengan tepi tajam yang dapat menyebabkan iritasi paru-paru, mata, dan kulit pada hewan peliharaan di luar rumah seperti anjing, kucing, dan burung. Berbeda dengan manusia yang bisa melaporkan gejala seperti sesak, hewan tidak dapat menyampaikan ketidaknyamanan secara langsung, sehingga paparan abu vulkanik berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius. Tiga faktor utama memengaruhi dampak pada hewan: lama paparan, kondisi lingkungan, dan status kesehatan hewan sebelumnya. Para pemilik hewan dihimbau memberikan perlindungan ekstra dan membatasi aktivitas di luar rumah selama masih tingginya partikel abu vulkanik.
Bagikan
Berita terkait
Garuda dan Singapore Airlines Alihkan Rute ke Bandara Kertajati, Imbas Abu Krakatau Lumpuhkan 7 Band
JawaPos · 7 September 2026 pukul 14.30
Abu Anak Krakatau Sampai ke Bundaran HI, Warga Olahraga Pakai Masker
Detik.com · 6 September 2026 pukul 08.03
200 Jatah Haji Berlabel BIN Terungkap di Sidang korupsi Kuota Haji
JawaPos · 8 September 2026 pukul 19.00
PJJ Berakhir, Pramono: Besok Sekolah Kembali Normal
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 18.57