Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Anjing, Kucing, dan Burung di Luar Rumah Saat Abu Krakatau Turun, Ini yang Terjadi pada Tubuh Mereka

Sejak erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4 September 2026, abu vulkanik menyebar ke Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu. Abu ini mengandung partikel halus berlapis asam, silika, sulfur dioksida, fluorida, asam klorida, arsenik, timbal, kadmium, dan nikel dengan tepi tajam yang dapat menyebabkan iritasi paru-paru, mata, dan kulit pada hewan peliharaan di luar rumah seperti anjing, kucing, dan burung. Berbeda dengan manusia yang bisa melaporkan gejala seperti sesak, hewan tidak dapat menyampaikan ketidaknyamanan secara langsung, sehingga paparan abu vulkanik berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius. Tiga faktor utama memengaruhi dampak pada hewan: lama paparan, kondisi lingkungan, dan status kesehatan hewan sebelumnya. Para pemilik hewan dihimbau memberikan perlindungan ekstra dan membatasi aktivitas di luar rumah selama masih tingginya partikel abu vulkanik.

Berita terkait