Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Menhut Minta Pengusaha Hutan Tingkatkan Pengendalian Karhutla

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta seluruh pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak cuaca ekstrem pada September 2026. Ia menekankan agar peningkatan kesiapsiagaan tidak membuat pihak lupa untuk tetap waspada, karena September merupakan periode rawan yang kritis. Hasil evaluasi pada Agustus menunjukkan tren penanganan yang membaik di sejumlah wilayah, namun kesiapan personel, peralatan, patroli, deteksi dini, dan koordinasi pemadaman tetap perlu diperkuat di seluruh areal kerja PBPH.

Kementerian Kehutanan menyiapkan lima strategi utama untuk menghadapi periode rawan karhutla, yakni operasi modifikasi cuaca bersama BNPB dan BMKG, patroli udara dan water bombing, penguatan satuan tugas darat, penegakan hukum, serta edukasi dan peningkatan partisipasi masyarakat untuk mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar. Sistem pemantauan digital SIPONGI yang beroperasi 24 jam juga dimanfaatkan untuk mendukung deteksi dini, dengan menyediakan informasi titik panas dan pergerakan angin guna membantu pemetaan wilayah yang membutuhkan penanganan cepat.

Pemerintah berupaya melindungi kawasan hutan, areal usaha, masyarakat, dan kualitas udara dari dampak karhutla. Upaya ini mencakup penguatan kesiapsiagaan di tingkat lapangan hingga pemanfaatan teknologi berbasis satelit untuk evaluasi kinerja pengelola PBPH.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait