Antisipasi Puso, Pemprov Jateng Asuransikan 10 Ribu Hektare Sawah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengumumkan skema asuransi untuk 10.000 hektare lahan gagal panen atau puso guna mencegah petani terjerat pinjaman online (pinjol) atau rentenir. Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan bahwa Jamkrida siap memberikan coverage atas kerusakan akibat kekeringan. Petani yang mengalami gagal panen diharapkan segera mengajukan asuransi yang tersedia.
Untuk penanganan kekeringan, Pemprov Jateng menyiapkan optimalisasi irigasi tersier pada sawah irigasi serta pemanfaatan irigasi perpompaan dan perpipaan. Dinas Pertanian juga bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk menyediakan benih bagi petani yang terdampak. Intervensi dilakukan pada 242.826 hektare sawah tadah hujan dan 530.748 hektare sawah irigasi.
Pemprov Jateng juga berkomitmen menjaga lahan pertanian agar tidak beralih fungsi. Perwakilan kelompok tani di Kabupaten Pemalang menyampaikan berbagai permasalahan termasuk pendangkalan sungai, jalan usaha tani, dan bantuan benih padi. Luthfi menegaskan pengerukan sedimentasi akan diajukan dalam anggaran 2027, sementara jalan usaha tani menjadi prioritas dan akan segera ditindaklanjuti.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 13.44
Pemprov Jateng Lindungi 10 Ribu Hektare Sawah Rentan Puso dengan Asuransi
Berita terkait
Musim Kemarau, 72 Hektare Sawah di Serang Gagal Panen
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 14.15
Kemarau Ekstrem, 43 Hektare Sawah di Kabupaten Tangerang Terancam Puso
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 13.45
Amran Tebar 250 Ton Benih Padi BRMP Subang ke Seluruh RI
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 03.45
Cegah Sawah Puso Efek El Nino, Amran Gencar Lakukan Ini
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 18.40