Antonio Guterres Desak Pengesahan Larangan Uji Nuklir, Berlakukan CTBT
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, mendesak semua negara pemilik senjata nuklir untuk mempertahankan moratorium uji coba nuklir dan menerapkan Perjanahan Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBT). Dalam pernyataannya di platform X, Guterres menyatakan bahwa uji coba nuklir merusak kepercayaan dan memicu perlombaan senjata, sekaligus mengkhianati generasi masa depan. Seruan ini muncul setelah Rusia mengumumkan uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) yang diluncurkan dari Kosmodrom Plesetsk ke wilayah latihan di Kamchatka. Moskow menyatakan bahwa peluncuran bertujuan memverifikasi karakteristik teknis dan penerbangan sistem rudal berbahan bakar padat tersebut.
Meskipun CTBT telah disepakati sejak 1996, perjanjian ini belum berlaku penuh karena belum ratifikasi oleh sembilan negara kunci, termasuk AS, Rusia, China, India, Pakistan, Korea Utara, Iran, Israel, dan Mesir. Hingga kini, 188 negara telah menandatangani dan 179 negara telah meratifikasi perjanjian tersebut, dengan target pelaksanaan penuh diperkirakan pada tahun 2026. Ratifikasi oleh negara-negara Lampiran 2 yang menahan keberlakuan CTBT menjadi sorotan utama dalam upaya pencegahan eskalasi senjata nuklir global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 09.33
Rusia Klaim Sukses Luncurkan Rudal Antarbenua Berkemampuan Nuklir
Berita terkait
Sekjen PBB sebut reformasi Dewan Keamanan tak terhindarkan
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 09.33
Serangan Drone Rusia Hantam Mal Ukraina, 16 Orang Tewas
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 11.42
Jepang Lirik Senjata Nuklir, China dan Rusia Ketar-ketir
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 07.04
Ngeri! Kyiv Digempur Drone Rusia Berhari-hari, 37 Orang Tewas
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 20.52