Jepang Lirik Senjata Nuklir, China dan Rusia Ketar-ketir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Duta Besar China untuk Rusia, Zhang Hanhui, menyatakan kebijakan militerisasi Jepang yang cepat serta rencana memiliki senjata nuklir dapat memicu perlombaan senjata baru di Asia Timur Laut. Zhang menekankan bahwa Moskow dan Beijing telah mencapai konsensus tinggi untuk menentang remiliterisasi Jepang serta memperingatkan jika Tokyo memutuskan memproduksi senjata nuklir, keseimbangan strategis kawasan akan terganggu sepenuhnya. Pada Desember 2025, pejabat senior Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berpendapat untuk mempertimbangkan senjata nuklir karena payung AS tidak dapat diandalkan, namun Takaichi tetap menegaskan Jepang berpegang pada tiga prinsip non-nuklir: tidak memiliki, memproduksi, atau mengizinkan masuknya senjata nuklir ke wilayahnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 17.41
Rusia Uji Coba Rudal di Lepas Pantai Kepulauan Kuril, Jepang Protes!
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 11.58
Menhan China: RI-China Senasib, Kami Sama-sama Gagalkan Niat Jahat Asing
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.15
China Kerahkan 'Robocop' ke Jalan, Bisa Tegur Pengendara Bandel
Berita terkait
AS siap gunakan senjata nuklir untuk bela Jepang, Korsel
ANTARA News · 22 September 2026 pukul 09.47
Rusia Kecam Jepang Terkait Penempatan Rudal AS di Pulau Kyushu
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 13.31
Rusia Kerahkan 1.796 Hulu Ledak Nuklir, Level Tertinggi dalam 9 Tahun
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 11.33
Pentagon Usut Misteri Pengiriman Komponen F-35 Nyasar di Hong Kong
Detik.com · 24 September 2026 pukul 12.32