Apakah Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Mencemari Ekosistem Laut? Pakar IPB Beri Penjelasan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang masuk ke laut tidak otomatis mencemari ekosistem laut. Menurut Prof Agus Atmadippoera dari IPB University, dampaknya bergantung pada jumlah material, konsentrasi, dan kondisi arus serta gelombang di perairan. Abu vulkanik perlu dilihat dari konsentrasi, sebaran, dan proses fisik yang terjadi di laut. Intensitas dan besar erupsi menjadi faktor utama untuk menentukan dampak negatif. Namun, jika material vulkanik masuk ke perairan dalam jumlah besar, dapat meningkatkan kekeruhan air dan mengganggu penetrasi cahaya matahari. Akibatnya, proses fotosintesis organisme laut seperti fitoplankton dapat terganggu, yang pada gilirannya mempengaruhi rantai makanan laut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 11.10
Pakar IPB Ungkap Bahaya Abu Vulkanik pada Tanaman dan Lahan Pertanian
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 15.23
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ancam Kesehatan, DPR Desak Pemerintah Perkuat Perlindungan Warga
Detik.com · 9 September 2026 pukul 11.10
Abu Vulkanik Anak Krakatau Kembali Menyebar di Bandar Lampung
kumparan · 8 September 2026 pukul 20.44
Bersihkan Abu Vulkanik Anak Krakatau, BMKG Lanjutkan OMC hingga 10 September
Berita terkait
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Bandung Raya, Warga Cimahi Temukan Kendaraan Dipenuhi Debu
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 14.00
Warga Jakarta Diimbau Terapkan 5M Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakatau
Media Indonesia · 6 September 2026 pukul 13.47
Indikasi Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu 3 Bandara, 459 Penerbangan Terdampak
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 11.14
Alasan Warga Depok Pilih Cuci Mobil di Tempat Steam Usai Kena Abu Vulkanik
Detik.com · 8 September 2026 pukul 19.59