Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Semprotan Jakarta hingga penutupan bandara, abu vulkanik Anak Krakatau dampai ke sejumlah wilayah

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyemprot trotoar dan jalur hijau di berbagai lokasi sebagai langkah mitigasi terhadap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga wilayah Ibu Kota. Langkah ini dilakukan untuk mencegah partikel abu yang dapat menimbulkan risiko kesehatan dan gangguan pada sistem transportasi. Pemprov DKI mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari instansi terkait. Operasi penyemprotan dilaksanakan di titik-titik strategis yang rawan terdampak penyebaran abu. Upaya ini merupakan bagian dari protokol keamanan dan kesehatan masyarakat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tiga kabupaten paling terdampak abu vulkanik Anak Krakatau, yaitu Lampung Selatan dan Tanggamus di Provinsi Lampung, serta Pandeglang di Provinsi Banten. Kementerian Kesehatan mengimbau warga untuk memperhatikan kondisi saluran pernapasan, mata, dan kulit akibat paparan abu vulkanik. Warga yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker dan kacamata pelindung. Sebanyak enam bandara masih ditutup sementara akibat dampak abu vulkanik hingga Minggu (6/9/2026) pukul 13.00 WIB, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, Budiarto, Pondok Cabe, Halim Perdanakusuma, Raden Inten II, dan Husein Sastranegara.

Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan bahwa abu vulkanik mengandung material tajam seperti kaca vulkanik, kristal, dan pecahan batuan yang dapat mengganggu pernapasan, mata, dan kulit. Paparan langsung dapat menyebabkan iritasi saluran napas hingga masalah kesehatan jangka panjang. Status aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III (Siaga), dengan Badan Geologi memerintahkan masyarakat agar tidak mendekati radius 3 km dari pusat aktivitas gunung tersebut. Warga di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung juga diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD setempat.

Menurut tiap media