Apakah Anak-Anak Bisa Mengalami PTSD? Gejala, Penyebab, dan Penanganan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) tidak hanya dialami oleh orang dewasa, melainkan juga dapat mempengaruhi anak-anak dan remaja. Anak-anak yang telah mengalami atau menyaksikan peristiwa yang mengancam nyawa, kekerasan, atau cedera serius rentan mengembangkan PTSD. Mekanisme koping yang belum matang pada anak-anak membuat trauma berpotensi lebih dalam dan dapat memengaruhi perkembangan otak serta perilaku jangka panjang.
Gejala PTSD pada anak-anak sering kali berbeda dengan orang dewasa. Pada balita, gejala dapat manifester melalui perilaku seperti mudah marah, tidak bisa tidur, atau kebiasaan mengulangi peristiwa traumatis. Pada anak usia sekolah, gejala lebih kompleks seperti hindari kegiatan tertentu, kesulitan berkonsentrasi, atau perubahan dalam cara berinteraksi. Remaja cenderung menampilkan gejala serupa dengan orang dewasa, namun sering disertai perilaku impulsif.
Faktor dukungan sosial dan stabilitas lingkungan setelah kejadian sangat penting dalam pemulihan anak. Jika gejala persisten selama lebih dari satu bulan, intervensi profesional diperlukan. Terapi perilaku dan kognitif, serta dukungan psikologis, merupakan pendekatan yang efektif untuk mengelola PTSD pada anak-anak.
Bagikan
Berita terkait
Bisakah PTSD Sembuh Total? Memahami Proses Pemulihan dan Remisinya
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 18.13
Cemas Orang Tua SD Islam Pembangunan Pamulang Belum Mereda
Liputan6.com · 4 September 2026 pukul 15.35
Perbedaan Stres dan PTSD: Gejala, Durasi, dan Penanganan
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 17.58
Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat Indonesia di Angka 54,80, Ini Solusinya
JawaPos · 8 September 2026 pukul 16.00