Perbedaan Stres dan PTSD: Gejala, Durasi, dan Penanganan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Stres merupakan reaksi alami tubuh terhadap tantangan lingkungan yang bersifat situasional dan biasanya mereda setelah pemicunya hilang. Secara biologis, stres memicu respons 'lawan atau lari' melalui pelepasan hormon adrenalin dan kortisol untuk menghadapi tekanan pekerjaan atau masalah finansial.
Berbeda dengan stres biasa, Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) dipicu oleh peristiwa traumatis mengerikan seperti ancaman kematian atau kekerasan. Penderita PTSD mengalami kondisi waspada tinggi secara konstan dan merasa bahaya masih berlangsung meski kejadian telah lama berakhir. Penanganan stres cukup dengan relaksasi, namun PTSD memerlukan intervensi medis profesional jika gejala mengganggu fungsi sosial dan kerja lebih dari satu bulan.
Bagikan
Berita terkait
Ketika Dunia Kerja Berubah dan Tekanan Bertambah, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 15.47
Bisakah PTSD Sembuh Total? Memahami Proses Pemulihan dan Remisinya
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 18.13
Penjelasan Pakar Penyebab Pikiran Negatif Sulit Hilang di Kepala
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 08.14
Perbedaan Stres dan Gangguan Kecemasan: Gejala, Cara Membedakan, dan Penanganan
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 13.41