Jakarta · Minggu, 4 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

APBN 2027: Agar Setiap Rupiah Semakin Bermakna bagi Rakyat

APBN 2027 menyisihkan belanja negara Rp4.106,3 triliun dengan target pendapatan Rp3.435,1 triliun dan defisit Rp671,2 triliun (2,4% PDB). Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6%, penurunan kemiskinan ke 6-6,5%, pengangguran terbuka 4,30-4,87%, rasio Gini 0,360-0,365, dan penciptaan 2,57-3,49 juta lapangan kerja baru. Tiga kepentuhan utama: pertumbuhan harus sekaligus pemerataan, lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan. APBN 2027 mengalokasikan Rp539,7 triliun untuk perlindungan sosial, Rp824 triliun untuk pendidikan, Rp195,3 triliun untuk ketahanan pangan, Rp735 triliun untuk transfer ke daerah, dan Rp77 triliun untuk Dana Desa. Fokus utama adalah memastikan setiap rupiah maksimal manfaatnya bagi rakyat, terutama kelompok rentan. Perlindungan sosial harus tepat sasaran agar tidak terjadi inclusion error atau exclusion error, sementara pendidikan diarahkan menjadi instrumen mobilitas sosial agar anak-anak dari keluarga miskin dapat memperoleh pendidikan berkualitas sejalan dengan anak kota. Kebijapan pangan menekankan keseimbangan antara kepentuhan petani (pupuk, irigasi, harga panen yang adil) dan konsumen (harga beras, telur, minyak, LPG tetap terjangkau). Inflasi target 2,5% dijaga agar daya beli masyarakat tetap kuat. Pemerataan pengembangan infrastruktur, pelayanan kesehatan, dan ekonomi desa agar kemajuan tidak hanya terpusat di pusat kota. Kelas menengah juga dilindungi agar tidak kembali jatuh ke kemiskinan saat menghadapi guncangan ekonomi.

Berita terkait