Arab Saudi Mungkin Harus Menelan Pil Pahit dan Berunding dengan Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Profesor Cyrus Schayegh menyatakan UAE dan Arab Saudi mengubah keseimbangan kekuatan dalam konflik Yaman. UAE menghentikan perdagangan dengan Iran namun menjalin hubungan hangat dengan presiden Iran di pertemuan BRICS. Arab Saudi terjepit: AS tidak memberi bantuan langsung namun menekan mereka tidak berdiskusi dengan Iran. Schayegh menyeaji alternatif negosiasi melalui Iran, Oman, dan negara Teluk lainnya. Konflik memuncak dengan tuduhan Houthi melancarkan serangan ke Mekkah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 16.17
Titip Ancaman untuk Trump? Menlu Iran Datang ke China Jelang Xi Jinping ke AS
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 14.12
P2MI belum Terima Aduan Pekerja Migran Terkait Serangan Drone Houthi di Arab Saudi
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 13.01
Perang Arab Makin Menggila, Jet Tempur F-15 Saudi Bombardir Yaman
Detik.com · 16 September 2026 pukul 22.06
Saudi Vs Houthi Memanas Perkara Drone Dekat Tanah Suci
Berita terkait
Iran Klaim Pertemuan di Oman Dibatalkan karena Permintaan Arab Saudi
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 17.30
Konflik Iran-UEA Uji Kekompakan BRICS di Tengah Gonjang-ganjing Ekonomi Global
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 09.00
Iran Serang Kapal Tanker UEA di Selat Hormuz, Arab Saudi Meradang
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 23.42
Heboh Makkah Diserang: Arab Saudi Menuduh tapi Houthi Menyangkal, Siapa yang Benar?
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 07.51