Konflik Iran-UEA Uji Kekompakan BRICS di Tengah Gonjang-ganjing Ekonomi Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konflik Iran-UEA menjadi hambatan utama BRICS dalam menyusun deklarasi bersama di KTT ke-18 New Delhi, 12-13 September 2026. Perpecahan mengancam kesatuan 11 negara anggota terutama terkait dampak serangan AS-Israel terhadap Iran, yang mengganggu perdagangan energi melalui Selat Hormuz dan menembus harga minyak USD100/barel. UAE menghentikan perdagangan dengan Iran pasca-serangan Iran pada Agustus 2026. India berupaya merumuskan bahasa netral yang menekankan larangan agresi dan Penghormatan PBB, menghindari menyalahkan negara tertentu demi menjaga keseimbangan hubungan dengan Teheran dan Abu Dhabi. Upaya konsensus gagal dipertemuan Menteri Luar Negeri BRICS Mei 2026, kini sherpa BRICS bekerja sambil menunggu keputusan para pemimpin.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 11 September 2026 pukul 07.45
Minyak Brent Meroket ke USD 108, Konflik Iran Terus Tekan Pasokan Global
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 22.10
Strategi Konfrontasi Iran Jelang Pemilu Sela AS, Upaya Melemahkan Donald Trump
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 16.30
Pengamat: Dedolarisasi sangat mungkin jadi salah satu topik KTT BRICS
VOI · 10 September 2026 pukul 12.00
Presiden Trump Sebut AS akan Memenangkan Perang Iran, Selat Hormuz Menjadi Selat Trump
Berita terkait
Iran Ancam ke Negara Arab Teluk, Beri Ultimatum Keras Bila Lakukan Ini
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 06.10
Balas Serangan AS, Iran Serang 10 Kapal di Dekat Selat Hormuz
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 07.04
Iran Sindir Militer AS sebagai 'Elang Kertas' Usai Serang Pesta Pernikahan
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 22.45
Yordania Jadi Target Balas Dendam Iran, IRGC: AS Kalah Total
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 17.25