Arab Saudi Punya Kesempatan Kembangkan Senjata Nuklir, Intelijen AS Ketar-ketir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Arab Saudi tidak menutup kemungkinan mengembangkan senjata nuklir, menurut penilaian intelijen AS yang rahasia. Penilaian ini memicu kekhawatiran di Kongres terkait perjanjian kerja sama nuklir dengan Presiden Trump. Dokumen rahasia tersebut diberikan kepada anggota parlemen saat mereka meninjau perjanjian penting. Departemen Luar Negeri AS memberikan penilaian terpisah yang lebih meyakini jaminan Saudi serta mekanisme pengamanan dalam kesepakatan. Perjanjian "Bagian 123" ditandatangani pada Juli, menetapkan dasar hukum bagi perusahaan Amerika berpartisipasi dalam proyek nuklir sipil bernilai puluhan miliar dolar di Arab Saudi. Pemerintahan Trump berpendapat pengaturan ini akan memperkuat standar non-proliferasi sekaligus mencegah Riyadh beralih ke Rusia atau Tiongkok untuk kerja sama nuklir.
Bagikan
Berita terkait
Trump Hadapi 'Keputusan Besar' soal Iran: Kesepakatan atau Hancurkan
Detik.com · 23 September 2026 pukul 08.57
Trump Klaim Dihubungi Houthi Usai Saudi Diserang: Mereka Tak Mau Lawan AS
Detik.com · 20 September 2026 pukul 23.49
Rudal Houthi Guncang Riyadh, AS Waspada Eskalasi dan Trump Gelar Rapat Darurat
Warta Ekonomi · 20 September 2026 pukul 17.23
Turun Lagi! Harga Minyak Dunia Tertekan Konflik dan Langkah Arab Saudi
JawaPos · 18 September 2026 pukul 08.30