ARF Apresiasi Kebijakan Impor BBM Menteri ESDM, Begini Penjelasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi (ARF), mengapresiasi arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tentang kebijakan impor BBM. Bahlil menegaskan pengadaan impor harus mengacu pada asas keekonomian, kepastian pasokan, serta mencari opsi terbaik dan termurah. ARF menilai sikap tegas Menteri ESDM merupakan pengejawantahan nyata atas tata kelola keuangan negara yang akuntabel. Di tengah volatilitas harga minyak mentah dunia dan fluktuasi nilai tukar, belanja komoditas energi harus dihitung secara presisi agar tidak membebani kas negara. Kebijakan ini didasari kondisi riil neraca energi nasional yang menunjuk tingganya ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak dan BBM. Berdasarkan data Kementerian ESDM pada April 2026, konsumsi BBM nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi minyak domestik berada di kisaran 600 ribu barel per hari.
Bagikan
Berita terkait
Hadapi Gejolak Harga Energi dan Suku Bunga Global, Ini Strategi Kemenkeu
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 15.50
Terminal LNG Arun Jadi Pusat Bisnis Gassing Up-Cooling Down Kapal LNG Asia
kumparan · 28 September 2026 pukul 15.30
RI Mau Ubah Batu Bara Jadi BBM, Nilai Keekonomian Dinilai Masih Jadi Persoalan
kumparan · 28 September 2026 pukul 15.12
Irfan Zainul Fikri Resmi Jadi Dirut Pertamina International Shipping
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 13.10