AS-China Saling Balas Sanksi Jelang Pertemuan Trump dan Xi Jinping
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat dan China saling menerapkan sanksi serta pengendalian ekspor menjelang rencana pertemuan puncak Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping pada September. China menjatuhkan sanksi terhadap tujuh entitas AS dan memperketat kontrol ekspor terhadap pesawat nirawak, drone, dan teknologi terkait. Beijing juga memulai penyelidikan keamanan nasional terhadap peralatan kantor impor yang menggunakan perangkat lunak asing, serta menangguhkan jalur sertifikasi cepat bagi pabrik AS di pasar China. Langkah ini dianggap sebagai respons atas kebijakan AS yang mencantumkan 43 perusahaan China dalam daftar entitas, larangan impor robot humanoid, sanksi terhadap operator pelayaran China, dan pemblokiran dua universitas sipil China.
Sehari setelahnya, Trump menandatangani proklamasi yang menetapkan tarif 15 persen atas polisilikon dan produk turunannya, dilengkapi dengan penetapan harga impor minimum. Kebijakan ini ditujukan untuk menantang dominasi China atas bahan baku penting untuk panel surya dan industri semikonduktor, sekaligus mendukung pemulihan rantai pasok domestik AS. Eskalasi ini menunjukkan ketegangan yang semakin dalam antara kedua ekonomi terbesar dunia, sambil menguji ketahanan stabilitas hubungan ekonomi yang selama ini dijelaskan sebagai 'stabilitas strategis konstruktif'.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 15.05
Trump Hajar China, Ekspor "Harta Karun" Ini Diblokir Habis
Berita terkait
AS Siapkan Sanksi Baru Iran Isolasi Ekonomi Skala Besar
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.31
2 Opsi Trump untuk Iran: Membiarkan Ekonomi Terpuruk atau Menyerang
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 15.58
Sesumbar Trump Dibalas Ejekan Iran 'Sembunyi di Truk Makanan'
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 05.27
Kepala BGN Ancam Pecat Kepala SPPG yang Lalai: Kalau Enggak Mampu, Mundur Aja
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 04.43