Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Kadapi Kekurangan Kritis Rudal Pencegat Pertahanan Udara, dari 2.300 jadi Hanya 827

Konflik berkepanjangan di Timur Tengah telah mengakibatkan kekurangan kritis dalam pasokan rudal pencegat pertahanan udara bagi Pentagon. Menurut data dari Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), persediaan rudal Patriot AS anjlok dari sekitar 2.300 unit menjadi kurang dari 827 unit sebelum konflik. Penurunan serupa terjadi pada sistem Pertahanan Area Ketinggian Tinggi Terminal (THAAD), yang menyusut dari 452 menjadi kurang dari 278 unit.

CSIS memperingatkan bahwa pengisian kembali cadangan rudal yang kritis ini mungkin membutuhkan setidaknya tiga tahun. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan militer AS untuk melindungi personel dan instalasi di luar negeri jika terjadi krisis terpisah di wilayah seperti Pasifik. Kekurangan ini mendorong para perencana militer mempertimbangkan apakah AS dapat mempertahankan laju serangan balasan saat ini.

Sebagai respons, Pentagon mengalokasikan USD18,2 miliar dalam proposal pendanaan darurat sebesar USD67 miliar untuk tahun fiskal 2026 khusus untuk pengadaan rudal Patriot pengganti, rudal jelajah Tomahawk Angkatan Laut, dan sistem THAAD. Selain itu, amunisi yang lebih murah dengan harga USD600.000 atau di bawahnya mencakup setengah dari semua senjata yang diminta dalam permintaan anggaran awal militer tahun 2027.

Berita terkait