Saudi Mulai Kekurangan Rudal untuk Melawan Houthi: Minta Bantuan Prancis, Inggris, hingga Mesir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Arab Saudi mengalami kekurangan stok rudal pencegat untuk menghadapi serangan drone dan rudal dari kelompok Houthi Yaman serta milisi pendukung Iran. Kondisi ini diperparah oleh penurunan stok senjata Amerika Serikat akibat konflik dengan Iran. Sebagai langkah antisipasi, Riyadh meminta bantuan pertahanan udara kepada Prancis, Inggris, Pakistan, dan Mesir.
Situasi semakin kritis setelah adanya tuduhan serangan Houthi ke kota suci Makkah, meskipun pihak Houthi membantahnya. Selain ancaman militer, Arab Saudi menghadapi tekanan ekonomi karena infrastruktur energi dan jalur ekspor minyak di Laut Merah serta Selat Hormuz terganggu. Hal ini berkontribusi pada tingginya harga minyak dunia yang bertahan di atas USD100 per barel.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 14.30
Houthi Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 Saudi, Bantah Serang Makkah
kumparan · 17 September 2026 pukul 09.00
Harga Minyak Dunia Turun Usai Saudi Tawarkan Tambahan Pasokan via Oman
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 06.11
Bukan Iran! Wilayah Arab Jadi Titik Tempur Baru, Dunia Ikut Terancam
Detik.com · 17 September 2026 pukul 05.35
Houthi Sebut Saudi Lancarkan 40 Serangan Udara di Yaman dalam Sehari
Berita terkait
Houthi Serang Arab Saudi Habis-habisan, Minyak Dunia di Ujung Tanduk
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 05.33
Harga Minyak Naik Lagi, Gangguan Pipa Arab Saudi Ancam Pasokan Global
JawaPos · 15 September 2026 pukul 09.15
Harga Minyak Dunia Tembus US$107 usai Arab Saudi Diserang Houthi
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 11.14
Houthi Kembali Serang Kilang Minyak Arab Saudi
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 17.49