AS Tahan Mantan Mata-mata Elite Israel, Ini Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) Amerika Serikat menahan seorang perempuan transgender asal Israel yang pernah bertugas di Unit 81, divisi rahasia Direktorat Intelijen Militer Israel. Mantan mata-mata tersebut, yang diidentifikasi dengan nama depan Alon, ditangkap pada September 2024 terkait kasus penculikan seorang pria. Ia dituduh telah mencurigakan korban dengan GHB, obat yang sering dikaitkan dengan pembiusan, dan menculik korban untuk memaksa diinterogasi. Alon sebelumnya menjalani transisi gender setelah pulang dari Unit 81, kemudian bekerja di perusahaan teknologi seperti Amazon dan Microsoft. ICE menyatakan riwayat kriminalnya meliputi vonis atas ancaman dengan senjata mematikan, penculikan, dan kepemilikan narkoba. Kasus ini menjadi sorotan karena latar belakang intelijen Israel yang elite.
Bagikan
Berita terkait
Israel Ketakutan dengan Rudal Hipersonik Baru Turki yang Dianggap Ancaman Strategis Zionis
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 06.15
Nasib Pria Kosovo: Jadi Mata-mata CIA hingga Menyusup ke al-Qaeda, tapi Kini Bakal Diusir AS
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 08.02
Israel Kenalkan Arsitektur Pangaea untuk Komputer Kuantum Modular
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 13.54
Gubernur Koster Respons Fenomena Orang Israel Buka Usaha-Kerja di Bali
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 16.10