AS Tarik Kapal Induk dari Asia ke Iran, Sekutu Waspadai Tiongkok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat (AS) telah menarik kapal induk terakhirnya di Asia, USS George Washington, dari Jepang menuju Timur Tengah untuk menggantikan USS Abraham Lincoln yang telah bertugas selama sembilan bulan. Langkah ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan militer di tengah konflik Israel-Iran yang memasuki bulan keenam. Pemindahan ini terjadi di tengah laporan mengenai kondisi buruk di atas kapal, termasuk kekurangan pangan dan masalah kesehatan mental. Penarikan aset ini menambah daftar pengurangan kekuatan militer AS di Pasifik, setelah sistem pertahanan THAAD di Korea Selatan juga dipindahkan ke Timur Tengah.
Para ahli mengkhawatirkan bahwa penarikan ini dapat mengurangi kemampuan AS dalam menangkal ancaman dari Tiongkok. Sementara itu, armada Tiongkok semakin aktif melintasi Rantai Pulau Pertama, dengan kapal induk Liaoning dan Shandong dilaporkan bergerak ke Pasifik Barat. Aktivitas penjaga pantai Tiongkok di perairan timang Taiwan juga meningkat sejak Juni, yang dianggap sebagai upaya menguji reaksi AS.
Meskipun situasi ini mengkhawatirkan, sejumlah pakar meyakini bahwa AS tidak akan meninggalkan Asia secara permanen. Mereka menekankan bahwa penempatan aset ke Timur Tengah bukan berarti pelepasan strategis jangka panjang. Pemerintah AS tetap menempatkan sekitar 375.000 personel militer di Komando Pasifik, dan aset penting lain seperti Amphibious Ready Groups masih ditempatkan di kawasan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 08.00
Gugus Tempur Kapal Induk USS George Washington Tiba di Timur Tengah
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 15.45
Iran Siapkan Target Baru Jika Trump Serang Lagi, Aset Militer AS di Eropa Jadi Sasaran Berikutnya
Berita terkait
Mantan Agen CIA Ini Klaim Trump Ingin Berikan Teguran Keras ke Korea Selatan
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 09.30
Iran Beri Hadiah Rp536 Juta Per Kepala Tentara AS yang Dibunuh atau Ditangkap
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 20.07
Iran Janjikan Rp500 Juta bagi Warga yang Tangkap Tentara AS
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.47
Panglima Militer Iran: 1 Kepala Tentara AS Dihargai Rp534 Juta
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 04.40