Asiana Technologies Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar, Kenalkan Smart Container 20 Ton
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Asiana Technologies memperkenalkan dua inovasi baru untuk pengelolaan sampah, yaitu teknologi waste-to-fuel dan Smart Container berkapasitas hingga 20 ton. Melalui teknologi waste-to-fuel, sampah dari TPA (landfill) dan sampah perkotaan segar (Fresh Municipal Solid Waste) diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF). Bahan bakar alternatif ini memiliki nilai kalor lebih dari 3.500 kilokalori per kilogram dan dapat dimanfaatkan untuk industri semen serta sebagai co-firing di pembangkit listrik tenaga uap. Diharapkan solusi ini mampu mengurangi volume sampah sekaligus menekan penggunaan bahan bakar fosil.
Selain itu, Asiana Technologies mengenalkan Smart Container yang dirancang untuk pasar tradisional dan kawasan komersial penghasil sampah dalam jumlah besar. Smart Container mampu mengurangi kadar air pada sampah basah hingga 40 persen, sehingga kapasitas pengangkutan sampah menjadi lebih optimal dan risiko air lindi yang tumpah di jalan selama proses pengiriman dapat diminimalkan.
Bagikan
Berita terkait
Waste to Fuel, Olah Sampah Jadi RDF Dinilai Lebih Efisien
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 13.33
Dosen Fakultas Pertanian Unwaha Dampingi Kelompok Ternak Budi Luhur Wonosalam Produksi Biobriket
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 10.17
Menjajal Fasilitas Air Minum Gratis di Stasiun
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 08.05
Inovasi Waste-to-Fuel, Ubah Sampah Jadi Energi Alternatif Pendamping Batu Bara
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 10.51