Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Waste to Fuel, Olah Sampah Jadi RDF Dinilai Lebih Efisien

Poltak Sitinjak, CEO Asiana Technologies, memperkenalkan teknologi waste-to-fuel yang mengubah sampah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF). Menurutnya, metode ini jauh lebih efisien dibanding waste-to-energy karena biaya investasi yang jauh lebih rendah. Untuk mengolah 1.000 ton sampah, proyek waste-to-energy biasanya membutuhkan investasi hampir empat triliun rupiah, sementara teknologi RDF miliknya hanya sekitar 300 miliar rupiah.

Selain biaya yang lebih hemat, nilai kalori RDF juga tinggi dan dapat langsung digunakan sebagai bahan bakar alternatif di pembangkit listrik tenaga (PLTU) maupun pabrik semen sebagai pengganti batubara. Poltak menekankan bahwa solusi ini ditujukan untuk membantu pemerintah mempercepat penyelesaian masalah sampah nasional.

Dengan keunggulan biaya dan efisiensi yang ditawarkan, teknologi RDF diharapkan menjadi solusi yang masuk akal bagi Indonesia yang sedang berjuang melawan kemacetan sampah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait