Waste to Fuel, Olah Sampah Jadi RDF Dinilai Lebih Efisien
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Poltak Sitinjak, CEO Asiana Technologies, memperkenalkan teknologi waste-to-fuel yang mengubah sampah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF). Menurutnya, metode ini jauh lebih efisien dibanding waste-to-energy karena biaya investasi yang jauh lebih rendah. Untuk mengolah 1.000 ton sampah, proyek waste-to-energy biasanya membutuhkan investasi hampir empat triliun rupiah, sementara teknologi RDF miliknya hanya sekitar 300 miliar rupiah.
Selain biaya yang lebih hemat, nilai kalori RDF juga tinggi dan dapat langsung digunakan sebagai bahan bakar alternatif di pembangkit listrik tenaga (PLTU) maupun pabrik semen sebagai pengganti batubara. Poltak menekankan bahwa solusi ini ditujukan untuk membantu pemerintah mempercepat penyelesaian masalah sampah nasional.
Dengan keunggulan biaya dan efisiensi yang ditawarkan, teknologi RDF diharapkan menjadi solusi yang masuk akal bagi Indonesia yang sedang berjuang melawan kemacetan sampah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 10.53
Sampah Diolah Jadi Bahan Bakar, Langkah Baru Kurangi Limbah
Berita terkait
Inovasi Waste-to-Fuel, Ubah Sampah Jadi Energi Alternatif Pendamping Batu Bara
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 10.51
Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif, Pabrik RDF di Kabupaten Bekasi Bakal Beroperasi 2027
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 17.02
Pabrik Pengolahan Sampah di Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Input Produksi 1.250 Ton Per Hari
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 08.34
Asiana Technologies Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar, Kenalkan Smart Container 20 Ton
JPNN.com · 3 Agustus 2026 pukul 10.32