ASN Terancam Diganti AI, Legislator Golkar Minta Pemerintah Siapkan Strategi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Irawan menyatakan bahwa pembahasan soal potensi penggunaan AI dalam efisiensi ASN sebaiknya dilihat sebagai penyesuaian kebutuhan untuk mengoptimalkan pelayanan publik, bukan sekadar pengganti ASN. Menurutnya, teknologi tidak bisa dihindari dan digitalisasi perlu ditingkatkan agar pelayanan kepada masyarakat lebih mudah dan efisien. Namun, penambahan atau pengurangan jumlah ASN harus didasarkan pada asesmen pemerintah, karena tidak semua pekerjaan ASN bisa digantikan oleh AI.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf menyoroti bahwa penggunaan AI dapat mengefisienkan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan beberapa orang, seperti pembuatan presentasi. Dede juga mempertanyakan kesiapan pemerintah menghadapi perubahan ini, termasuk kemungkinan berkurangnya kebutuhan ASN di daerah akibat digitalisasi. Ia mencontohkan, kantor kecamatan yang saat ini bisa memiliki puluhan pegawai mungkin hanya perlu 15 hingga 20 orang di masa depan.
Kedua legislator menekankan pentingnya strategi pemerintah dalam menghadapi transformasi digital, termasuk penilaian yang matang terhadap kebutuhan ASN seiring adopsi teknologi seperti AI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 24 Agustus 2026 pukul 21.23
Dede Yusuf Usul ASN di Tiap Kecamatan Dipangkas Jadi 15-20 Orang
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 15.14
Komisi II Rapat Bareng LAN, Soroti Potensi Efisiensi Kinerja ASN karena AI
Berita terkait
Rapat Bareng LAN, Waka Komisi II DPR Soroti Potensi Efisiensi ASN karena AI
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 13.54
BKN Mau Pakai AI Petakan Talenta 6,7 Juta ASN
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 12.47
Transformasi AI di Profesi Akuntansi: Pentingnya Integritas dan Professional Judgment
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 10.44
HUT ke-81 RI, Pemkot Makassar Hadirkan Program Merdeka dalam Genggaman
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.59