Australia Rugi Besar, Sisi Lain Larangan Mahasiswa Asing Bawa Keluarga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Australia mengumumkan kebijakan imigrasi yang membatasi mahasiswa internasional membawa keluarga, khususnya untuk negara non-ASEAN dan kepulauan Pasifik serta program studi non-doktoral. Kebijakan ini mengimbangi kebutuhan infrastruktur dan perumahan, sekaligus mengurangi risiko eksploitasi pekerja. Mahasiswa seperti Nini Istiqamah dari Indonesia relief karena kebijakan tidak menerapkan pada program doktornya, namun prihatin bagi teman-temannya yang terhalang. Mustolih Saputro, suami Nini, bekerja di sektor pariwisata untuk mendukung keluarga di Melbourne, mengungkapkan kebijakan ini berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi Australia karena mengurangi tenaga kerja di bidang housekeeping, delivery, dan layanan rumah tangga. Bank Sentral Australia dan sektor pendidikan menyatakan kontribusi signifikan mahasiswa internasional bagi perekonomian, sementara Departemen Dalam Negeri menegaskan perlindungan hak pekerja tetap berlaku. Stephen Ferguson AHA menilai kebijakan ini mengabaikan kebutuhan sektor hotel dan pariwisata yang sangat tergantung pada tenaga kerja mahasiswa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 30 September 2026 pukul 21.58
2 Polres di Bekasi Raya Perkuat Perlindungan Pelajar dan Kesiapan Kerja
Berita terkait
Mu'ti Dorong Lulusan SMK Punya Sertifikat Kursus: Kesempatan Kerja Lebih Luas
kumparan · 17 September 2026 pukul 13.32
Aturan Visa Australia Diperketat, Mahasiswa Internasional Akan Dilarang Membawa Keluarga
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 23.44
AI Ubah Kebutuhan Tenaga Kerja, Talenta Engineer Makin Dicari
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 22.00
Sekolah Rakyat Siapkan Opsi Lulusan Jadi Tenaga Terampil Sesuai Minat dan Bakat
kumparan · 7 September 2026 pukul 11.45