Badan Geologi: Dentum di Bandung Efek Gelombang Akustik Anak Krakatau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan bahwa dentuman dan getaran yang terdengar di sejumlah wilayah Bandung Raya pada 4-5 September 2026 disebabkan oleh gelombang akustik erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Kepala Badan Geologi Lana Saria menyatakan bahwa kesesuaian waktu erupsi dan sinyal pada stasiun pemantauan mendukung kuat bahwa fenomena tersebut berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Gelombang akustik berfrekuensi rendah (infrasound) yang dipengaruhi oleh dinamika atmosfer menyebabkan dentuman terasa hingga ratusan kilometer jauhnya. Fenomena serupa pernah terjadi pada erupsi Gunung Kelud hingga terdengar di Jawa Tengah dan Gunung Lewotobi Laki-Laki hingga terdengar di Maumere dan Pulau Alor. Badan Geologi menegaskan bahwa getaran akibat gelombang akustik udara ini tidak berbahaya bagi struktur bangunan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 September 2026 pukul 11.23
Erupsi Gunung Anak Krakatau, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tetap Aman
Detik.com · 6 September 2026 pukul 11.02
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Setkab Keluarkan 6 Imbauan Antisipasi Debu
Detik.com · 6 September 2026 pukul 10.40
Erupsi Gunung Anak Krakatau, 11 Penerbangan Bandara Ahmad Yani Dibatalkan
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 17.52
Ahli Kebencanaan Ungkap Dentuman di Bandung Diduga Bersumber dari Erupsi Anak Krakatau
Berita terkait
Erupsi Gunung Anak Krakatau Dipastikan Tak Picu Tsunami Seperti 2018
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 12.55
Daftar Daerah Terdampak Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 12.47
BMKG Sebut Dentuman di Bandung Tak Terkait Erupsi Anak Krakatau, Ini Alasannya
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 10.56
Gempa NTT, Badan Geologi ESDM ingatkan warga patuhi jalur evakuasi
ANTARA News · 15 Agustus 2026 pukul 13.16