Erupsi Gunung Anak Krakatau Dipastikan Tak Picu Tsunami Seperti 2018
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Jumat (4/9) tidak berpotensi memicu tsunami seperti 2018. Badan Geologi menjelaskan tsunami 2018 terjadi karena keruntuhan sebagian tubuh gunung ke laut dalam volume besar, bukan kolom erupsi. Sekarang, morfologi gunung jauh lebih kokoh dan stabil pasca-pemulihan. BMKG memantau 20 tsunami gauge di Selat Sunda serta high frequency radar di Carita dan Tanjung Lesung, semuanya menunjukkan probabilitas tsunami tetap rendah. Tidak ada anomali muka air laut yang terdeteksi hingga pukul 07.00 WIB. Abu vulkanik menyebar ke Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 6 September 2026 pukul 11.10
Erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG: Tidak ada anomali muka air laut
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 11.20
Anak Krakatau Erupsi, BMKG: Potensi Tsunami Belum Terdeteksi
Detik.com · 6 September 2026 pukul 11.09
Jawaban Badan Geologi soal Potensi Tsunami Erupsi Berulang Anak Krakatau
kumparan · 6 September 2026 pukul 09.25
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Sukabumi, Warga Sebut Lantai Terasa Kasar
Berita terkait
5 Bandara Tutup Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 12.35
Badan Geologi Pastikan Erupsi Anak Krakatau Tak Picu Tsunami
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 11.57
CCTV Pemantau Anak Krakatau Rusak Usai Kena Lontaran Material Erupsi
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 10.58
Pakar Geologi Ungkap Fakta Gempa M 7,7 di NTT, Beri Imbauan Ini
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 11.15