Bagaimana Abu Vulkanik Terbentuk? Ini Proses hingga Penyebarannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Abu vulkanik terbentuk dari magma yang mengandung mineral dan gas bertekanan tinggi. Saat terjadi erupsi eksplosif, gas mendorong magma ke permukaan dan menghancurkannya menjadi fragmen kecil yang mendingin serta membeku di udara menjadi partikel padat. Abu ini terdiri dari batuan, mineral, dan kaca vulkanik dengan ukuran antara 0,001 hingga 2 milimeter.
Penyebaran abu vulkanik dipengaruhi oleh tiga faktor utama: ukuran partikel, arah dan kecepatan angin, serta kekuatan erupsi. Partikel kecil dan erupsi kuat dapat melontarkan abu hingga lapisan atas atmosfer, bahkan mampu menurunkan suhu global, seperti letusan Krakatau 1883 yang menurunkan suhu Bumi sekitar 1,2 derajat Celsius selama setahun. Dampak hujan abu bervariasi dari ringan hingga merusak tergantung volume material dan jarak dari pusat letusan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 7 September 2026 pukul 15.31
Perkiraan Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Kapan, Ini Kata BMKG
Detik.com · 7 September 2026 pukul 12.30
Abu Vulkanik Terbentuk dari Apa? Begini Prosesnya
Detik.com · 9 September 2026 pukul 09.31
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar ke Sebagian Teluk Lampung Pagi Ini
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 05.38
4 Gunung Meletus Hari Ini: Ili Lewotolok, Ibu, Anak Krakatau, Semeru
Berita terkait
BNPB Ungkap Ada 5 Gunung di Indonesia Dalam Kondisi Aktif di Level Siaga
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 19.30
BMKG: Erupsi Anak Krakatau Hari Ini Tak Sebabkan Abu Vulkanik ke Arah Jakarta
kumparan · 8 September 2026 pukul 17.39
Badan Geologi: Anak Krakatau 8 Kali Erupsi saat Penerbangan Dibuka
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 16.30
Kenapa Gunung Berapi Suka Latah Kalau Ada yang Aktif Duluan
Detik.com · 8 September 2026 pukul 16.02