Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bahaya Asap Karhutla, Dokter Paru Ingatkan Kelompok Ini Paling Rawan Kena Dampaknya

Dokter spesialis paru Dr. dr. Feni Fitriani Taufik, Sp.P(K), M.Pd.Ked dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia memperingatkan bahwa kelompok rentan terhadap dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meliputi ibu hamil, anak-anak, balita, lansia, serta penderita penyakit kronis seperti asma, PPOK, penyakit jantung, dan gagal jantung. Asap karhutla mengandung gas berbahaya seperti karbon monoksida, karbon sulfur dioksida, ozon, dan partikel halus (PM2.5) yang dapat menyebabkan iritasi saluran napas, batuk, pilek, hidung berair, dan ketidaknyamanan mata. Jika gejala tidak membaik atau memburuk, terutama pada kelompok rentan, segera konsultasi ke fasilitas kesehatan.

Dampak jangka pendek asap karhutla termasuk pemburukan kondisi asma dan gangguan fungsi jantung akibat penurunan kadar oksigen. Pada jangka panjang, paparan berkelanjutan dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) kronis, batuk persisten, penurunan fungsi paru, dan peningkatan kebutuhan perawatan rumah sakit. Pemerintah dan otoritas kesehatan juga menyoroti penundaan 10 penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru akibat jarak pandang hanya 200 meter, serta dampak pada Bandara Sultan Thaha Jambi dengan jarak pandang turun hingga 800 meter.

Sebanyak 3 juta warga di tujuh provinsi terdampak asap karhutla. Gubernur dan Menteri Kesehatan mendorong penerapan protokol kesehatan dasar (PHBS), penggunaan masker respirator, serta pemantauan kualitas udara untuk mengurangi risiko kesehatan masyarakat. Distribusi masker gratis juga dilakukan untuk mengurangi dampak paparan asap di wilayah terdampang.

Berita terkait