Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Asap Karhutla Indonesia Berdampak ke Malaysia, Kasus Asma Naik 259 Persen

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menyebar ke Malaysia, menyebabkan lonjakan kasus gangguan pernapasan. Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad melaporkan kasus asma naik 259 persen, dari 61 menjadi 219 kasus, sementara infeksi saluran pernapasan atas (URTI) meningkat 124 persen, dari 1.637 menjadi 3.674 kasus. Di sisi lain, kasus konjungtivitis turun tujuh persen, dari 157 menjadi 146 kasus.

Kementerian Kesehatan Malaysia meminta masyarakat, terutama penderita asma dan gangguan pernapasan, membatasi aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara berkabut. Imbauan juga mencakup menjaga asupan cairan dan mengikuti pedoman resmi.

Kualitas udara di beberapa wilayah Malaysia masuk kategori tidak sehat. Pada Minggu 23 Agustus pukul 08.00, Serian di Sarawak mencatat indeks polusi tertinggi dengan angka 197, diikuti Kuching (185) dan Sri Aman (178). Kabut asap ini muncul setelah karhutla melanda Sumatra dan Kalimantan. Pemerintah Indonesia telah mengerahkan pemadam kebakaran, BNPB, TNI, Polri, dan menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca untuk mengendalikan kebakaran. Kementerian Lingkungan Hidup juga memerintahkan pemerintah daerah memperkuat patroli, pencegahan, pembasahan lahan gambut, serta pemantauan tinggi muka air tanah dan sekat kanal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait