Bahlil Dilantik Jadi Menko Hilirisasi, DPR Harap Urusan Energi Makin Baik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026). Bahlil juga tetap menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan untuk mengoptimalkan koordinasi kebijanganan di sektor energi dan transisi energi. Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menyambut positif pelantikan ini dan menyatakan harapannya agar urusan energi dapat diatur lebih baik dengan adanya kementerian koordinator baru ini. Menurutnya, Bahlil yang secara simultan menjabat sebagai Menteri Koordinator dan Menteri ESDM, diharapkan mampu menangani berbagai isu terkait energi secara efektif. Bahlil menyampaikan kesediaannya untuk menjalankan tugas yang diberikan Presiden, termasuk koordinasi kebijanganan di bidang hilirisasi dan transisi energi. Beberapa tokoh lain juga dilantik pada acara yang sama di Istana Kepresidenan, meskipun nama dan jabatan mereka tidak diperdetilkan dalam artikel ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 17.30
Bahlil Ungkap Alasan Pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 15.29
Bahlil Resmi Dilantik Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Rangkap Menteri ESDM
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 14.38
Sah! Bahlil Resmi Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 17.33
Kata Bahlil Ditunjuk Rangkap Jabatan Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
Berita terkait
Bahlil Ungkap Alasan Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 18.13
Bahlil Dapat Jabatan Baru, Ditanya Target 3 Bulan Jawab Begini
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 17.43
Bahlil Merangkap Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Fokus Eksekusi Asta Cita
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 17.30
Alasan Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 17.00