Bahlil: Larangan Ekspor Bauksit dan Tembaga Tetap Dipertahankan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah akan mempertahankan larangan ekspor bijih bauksit dan konsentrat tembaga untuk mendukung pengembangan industri hilirisasi di dalam negeri. Larangan ini dilakukan agar nilai tambah sumber daya alam dapat terserap oleh ekonomi lokal, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Bahlil menekankan pentingnya kedaulatan dalam pengelolaan sumber daya alam agar Indonesia menjadi tuan di negerinya sendiri. Dalam buku terbarunya berjudul "Tuan di Negeri Sendiri", ia juga menyoroti peran kelembagaan yang kuat sebagai kunci keberhasilan hilirisasi, seperti yang dilakukan oleh negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan China. Namun, manfaat hilirisasi seringkali lebih banyak dirasakan oleh pihak luar karena banyaknya investor asing yang terlibat. Untuk mengatasi hal ini, Bahlil menyatakan bahwa pembiayaan hilirisasi kini ditanggung oleh Danantara setelah sebelumnya bank lokal enggan memberikan kredit untuk sektor ini. Sementara it, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani melaporkan bahwa realisasi investasi hilirisasi bauksit mencapai Rp40,1 triliun pada kuartal II 2026, naik 193 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya Rp13,7 triliun. Peningkatan ini didorong oleh pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit oleh berbagai investor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 19.30
Luhut Cerita Dulu RI Ditertawakan soal Nikel, Kini Dunia Datang Investasi
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 17.22
Bahlil Luncurkan Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri, Ini Isinya
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 13.00
Freeport Target Produksi Tambang Bawah Tanah 100% Pulih di Akhir 2027
Berita terkait
Bahlil Mau Pangkas Regulasi Pengadaan PLTS 100 GW
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 21.15
Bahlil Tawarkan Lahan dan Energi RI untuk Data Center: 'Pulau Kami Masih Terlalu Banyak'
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 19.11
Bahlil Rayu Investor Bangun Data Center di RI: Pulau Kami Masih Terlalu Banyak
Detik.com · 22 September 2026 pukul 16.50
Prabowo Sebut RI Bisa Dapat 'Durian Runtuh' US$16 M dari Proyek Ini
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 08.40