Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bahlil: Larangan Ekspor Bauksit dan Tembaga Tetap Dipertahankan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah akan mempertahankan larangan ekspor bijih bauksit dan konsentrat tembaga untuk mendukung pengembangan industri hilirisasi di dalam negeri. Larangan ini dilakukan agar nilai tambah sumber daya alam dapat terserap oleh ekonomi lokal, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Bahlil menekankan pentingnya kedaulatan dalam pengelolaan sumber daya alam agar Indonesia menjadi tuan di negerinya sendiri. Dalam buku terbarunya berjudul "Tuan di Negeri Sendiri", ia juga menyoroti peran kelembagaan yang kuat sebagai kunci keberhasilan hilirisasi, seperti yang dilakukan oleh negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan China. Namun, manfaat hilirisasi seringkali lebih banyak dirasakan oleh pihak luar karena banyaknya investor asing yang terlibat. Untuk mengatasi hal ini, Bahlil menyatakan bahwa pembiayaan hilirisasi kini ditanggung oleh Danantara setelah sebelumnya bank lokal enggan memberikan kredit untuk sektor ini. Sementara it, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani melaporkan bahwa realisasi investasi hilirisasi bauksit mencapai Rp40,1 triliun pada kuartal II 2026, naik 193 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya Rp13,7 triliun. Peningkatan ini didorong oleh pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit oleh berbagai investor.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait