Bahlil Rangkap Jabatan Menteri ESDM dan Menko Hilirisasi, Pengamat: Kurang Tepat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menilai penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi kurang tepat. Meskipun pemindahan sektor hilirisasi dan transisi energi dari Kementerian Investasi ke Kementerian ESDM dianggap logis karena sesuai dengan domain kementerian tersebut, kritik muncul karena Bahlil tidak mengkoordinasikan kementerian lain di luar ESDM yang ia pimpin. Hal ini berpotensi menyebabkan pemborosan anggaran karena koordinasinya hanya melibatkan dirinya sendiri.
Pelantikan Bahlil sebagai Menko dilakukan bersamaan dengan posisinya sebagai Menteri ESDM, menandakan kepercayaan tinggi Presiden Prabowo Subianto terhadapnya dalam pelaksanaan program prioritas Asta Cita. Meskipun pernah mengalami kritik terkait kebijakan distribusi gas 3 kg dan izin tambang Raja Ampat yang kemudian dibatalkan, Bahlil nampaknya telah memperbaiki citra melalui berbagai peluncuran program transisi energi yang disponsori langsung oleh Presiden.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 19.20
Menkeu Suahasil Buka Suara soal Anggaran Kemenko Baru Dipimpin Bahlil
Berita terkait
Bahlil Dapat Jabatan Baru: Saya Kerja, Berpikir, Kerja, Berpikir
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 06.25
INDEF Sambut Kemenko Baru di Bawah Bahlil, Percepat Transisi Energi
CNN Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 15.40
Bahlil Ungkap Alasan Rangkap Jabatan Menteri ESDM dan Menko Hilirisasi
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 07.25
Bahlil Dapat Jabatan Baru dari Prabowo: Saya Kerja, Berpikir, Kerja, Berpikir
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 06.25