INDEF Sambut Kemenko Baru di Bawah Bahlil, Percepat Transisi Energi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyambut positif pembentukan Kementerian Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi yang dikomandoi Bahlil Lahadalia. Menurut Direktur INDEF Green Transition Initiative (GTI) Imaduddin Abdullah, kementerian baru ini berpotensi mempercepat agenda transisi energi dan hilirisasi dengan memperkuat koordinasi lintas lembaga. Salah satu fokus yang perlu dipercepat adalah pengembangan PLTS 100 GWp, yang membutuhkan penyelarasan kebijaman industri, perencanaan energi, tata ruang, infrastruktur, dan investasi. INDEF GTI bersama Systemiq mengidentifikasi delapan kawasan prioritas yang berpotensi menyerap listrik bersih 24-31 TWh per tahun, setara dengan kapasitas PLTS 8-13 GW atau 8-13% dari target nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 22.10
Alasan Prabowo Bentuk Jabatan Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 18.52
Rangkap Jabatan Bahlil Disorot, Dinilai Bisa Hambat Eksekusi Hilirisasi
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 18.49
Bahlil soal Rangkap Jabatan: Transisi Energi dan Hilirisasi Tak Bisa Parsial
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 18.29
Bahlil Bongkar Alasan Prabowo Bentuk Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Ada Geopolitik Dunia
Berita terkait
Ini Alasan Prabowo Jadikan Bahlil Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 18.15
Bahlil Ungkap Alasan Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 18.13
Ambisi RI Miliki 100 GW PLTS dan Keluar dari Batu Bara, Realistis?
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 12.15
Bahlil Buka Tender PLTS 100 GW Tahap Pertama 30 GW Tahun Ini
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 15.41