Bamsoet Ingatkan Industri Kesehatan Harus Adaptif Hadapi Tantangan Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bambang Soesatyo (Bamsoet), Komisaris Independen PT Siloam International Hospitals Tbk, mengingatkan industri rumah sakit menghadapi tantangan kompleks di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, tekanan daya beli masyarakat, dan kenaikan biaya operasional yang lebih cepat daripada pertumbuhan pendapatan. Ketergantungan pada impor alat kesehatan, pelemahan nilai tukar rupiah, gangguan rantai pasok, serta kenaikan biaya energi dan investasi teknologi memperberat situasi. Meski demikian, sektor jasa kesehatan nasional tetap tangguh—pada triwulan I 2026 menjadi kontributor pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga dengan pertumbuhan 7,6 persen. Siloam mencatat kinerja positif Semester I 2026: pendapatan bersih Rp 5,23 triliun (naik 10,6%), EBITDA Rp 1,54 triliun (naik 17,7%), dan laba bersih Rp 609,45 miliar (naik 27,9%).
Siloam meningkatkan kapasitas menjadi 4.440 tempat tidur (naik 4,6%) dengan okupansi stabil di 62,5%, melayani 156.269 pasien rawat inap dan 2,18 juta kunjungan rawat jalan. Rumah sakit jaringan ini juga meraih berbagai pencapaian internasional, termasuk menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang meraih Magnet with Distinction serta sukses melakukan transplantasi ginjal berbantuan robot pertama di Indonesia. Bamsoet menekankan perlunya efisiensi operasional melalui digitalisasi, penguatan rantai pasok, dan perluasan layanan preventif hingga telemedicine. Dukungan regulasi pemerintah, penguatan industri alat kesehatan dalam negeri, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan juga diperlukan untuk memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional.
Bagikan
Berita terkait
PM Malaysia Anwar Ibrahim Dirawat di Rumah Sakit, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 11.30
RS Mitra Keluarga Pakai AI dari AWS, Jadi Asisten Kerja Dokter
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 14.30
Peringatan 16 Pemenang Nobel: Hati-hati AI Rebut Kerjaan Manusia
CNN Indonesia · 19 Juli 2026 pukul 15.30
SBY Respons Ambisi Prabowo Kejar Ekonomi 6%: Saya Melihat...
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 00.00