Banjir Bandang Nepal-Tiongkok: Korban Hilang 558 Orang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Longsor lumpur besar di perlintasan perbatasan Gyirong (Jilong) antara Nepal dan Tiongkok menyebabkan 558 orang hilang, termasuk 260 warga asing. Lonjakan ini jauh lebih tinggi dari laporan awal yang mencatat 265 orang hilang. Tiga orang meninggal dunia, sementara proses pendataan masih berlangsung. Longsor bermula di wilayah Nepal pada Rabu pagi dan menerjang area Tibet, China. Medan yang sulit dan skala bencana menantang upaya penyelamatan. Kedua negara berkoordinasi dalam evakuasi di jalur perdagangan penting tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 13.01
7 Fakta Baru Banjir Bandang Nepal-Tibet, 165 Tewas-1.000 Orang Hilang
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 10.31
Jumlah Hilang Banjir Bandang Tibet Naik Jadi 558 Orang, 260 Warga Asing
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.25
Ini Dugaan Penyebab Banjir Bandang Ngeri di Nepal Tewaskan Ratusan Orang
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 07.17
Detik-detik Sejumlah Desa Tersapu Banjir Bandang dalam Sekejap, 157 Orang Tewas
Berita terkait
Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tiongkok, 384 Turis Dilaporkan Hilang
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 18.57
Lonjakan Air 9 Meter dalam 30 Menit, Longsoran Es Picu Banjir Bandang Nepal
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 09.28
Penyebab Banjir Bandang Nepal dan Tibet, Ini Penjelasan Para Ahli
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 06.38
Update Terkini Banjir Bandang Nepal-Tibet, Ratusan Tewas dan Hilang
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 06.10