Penyebab Banjir Bandang Nepal dan Tibet, Ini Penjelasan Para Ahli
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bencana banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal dan Tibet menyebabkan 160 orang tewas dan ratusan orang hilang. Para ahli menyatakan bahwa topografi ekstrem Pegunungan Himalaya memperbesar risiko bencana ini. USGS mencatat bahwa gempa magnitudo 4,4 yang dilaporkan sebelumnya justru dipicu oleh tanah longsor, bukan sebaliknya. Analis ICIMOD, Sarthak Shrestha, menjelaskan bahwa longsoran es-batuan menyumbat Sungai Lhende, menyebabkan banjir beruntun. Hidrolog Hatim Sharif dari Universitas Texas San Antonio menekankan bahwa ketiadaan curah hujan sebelumnya gagal sistem peringatan dini, sementara aliran lumpur berkecepatan tinggi sulit dihindari. Ia menyarankan solusi jangka panjang berupa pemasangan pengukur ketinggian air sungai untuk peringatan dini 20-30 menit sebelumnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 07.17
Detik-detik Sejumlah Desa Tersapu Banjir Bandang dalam Sekejap, 157 Orang Tewas
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 23.39
Kesaksian Pilot Lihat Ngerinya Banjir Bandang Dahsyat Terjang Nepal
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 20.11
Banjir Bandang Hantam Nepal, 291 Wisatawan Asing Hilang
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 01.26
Update Banjir Bandang di Nepal: 160 Orang Tewas dan Ratusan Hilang
Berita terkait
Puluhan Warga AS dan Kanada Hilang Tersapu Banjir Bandang Nepal-Tibet
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 07.32
Korban Tewas Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Melonjak Jadi 95 Orang
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 23.00
Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Tewaskan 19 Orang, 384 Wisatawan Hilang
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 19.41
Update Terkini Banjir Bandang Nepal-Tibet, Ratusan Tewas dan Hilang
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 06.10