Bank Dunia Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI, Kini Tembus 5,2%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Dunia merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 5,2%, lebih tinggi dari estimasi sebelumnya sebesar 4,7%. Angka ini melampaui rata-rata kawasan Asia Timur dan Pasifik yang diprediksi tumbuh 4,5%. Pendorong utama meliputi adopsi AI dalam rantai pasok global, peningkatan konsumsi rumah tangga, serta percepatan belanja pemerintah untuk program makan bergizi gratis dan bonus hari raya.
Namun, terdapat risiko perlambatan ekonomi yang terlihat dari penurunan indeks manufaktur (PMI) ke 49,3 pada Agustus 2026 dan pelemahan keyakinan konsumen. Defisit fiskal yang meningkat serta potensi penurunan status menjadi frontier market oleh MSCI juga memicu kekhawatiran investor. Pemerintah dan Bank Indonesia merespons dengan menaikkan suku bunga total 100 bps serta menggunakan cadangan devisa untuk menjaga stabilitas rupiah dan menekan inflasi hingga mencapai 3,4% pada Juli 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 4 Oktober 2026 pukul 21.30
Pemerintah Kejar Investasi Rp 2.258 T buat Dorong Ekonomi 6%
Berita terkait
Airlangga Masih Optimistis Ekonomi RI Kuartal II Tumbuh di Atas 5%
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 19.30
Prabowo Reshuffle Kabinet 7 Kali, Pengusaha Ungkap Nasib RI Tahun 2027
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 20.20
APBN 2027 Resmi Disahkan, Pemerintah Bongkar Jurus Baru Kejar Ekonomi Tumbuh 6 Persen
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 17.36
Kejar Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027, Airlangga Ungkap 3 Syaratnya
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 16.35