Jakarta · Minggu, 4 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Kejar Investasi Rp 2.258 T buat Dorong Ekonomi 6%

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 6% pada 2027, dengan kebutuhan investasi sebesar Rp 2.218-2.258 triliun. Untuk mencapai target ini, investasi nasional harus tumbuh 8-9%. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menekankan pentingnya transisi menuju ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ketahanan pangan, energi, dan air sebagai penggerak utama transformasi ekonomi. Kementerian juga menekankan sinergi antara energi bersih dan infrastruktur digital sebagai kunci menciptakan iklim investasi yang kompetitif secara global.

Dukungan transisi energi dilakukan melalui peningkatan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 GW peak berbasis energi terbarukan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini didukung oleh pembangunan jaringan transmisi sepanjang 47.758 kilometer-sirkuit untuk memastikan pasokan listrik yang andal. Pemerataan energi juga dilakukan melalui program Listrik Desa yang telah menjangkau 1.505 lokasi pada 2025 dan ditargetkan mencakup 4.390 lokasi pada 2026, dengan rasio elektrifikasi di atas 99% dan indeks ketahanan energi mencapai 7,13.

Indonesia juga memanfaatkan kekayaan sumber daya mineral strategis seperti nikel, timah, bauksit, tembari, emas, dan batu bara untuk mengembangkan ekonomi hijau. Program hilirisasi berbasis energi bersih berpotensi meningkatkan nilai tambah, termasuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang dapat memberikan nilai tambah hingga 67 kali lipat. Kolaborasi dengan Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada dalam pengembangan teknologi transisi energi juga sedang digerakkan. Pemerintah mendorong penggunaan skema pembiayaan hijau seperti green bonds, blended finance, JETP, dan AZEC, disertai peningkatan kualitas SDM melalui program magang dan vokasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait