Banyak Laporan Travel Umrah Nakal, Kemenhaj Pastikan Tak Ada Ampun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan tidak ada ampun bagi travel umrah nakal setelah banyak laporan tentang Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang tidak bertanggung jawab. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan teguran keras dan instruksi tegas terkait maraknya laporan travel yang menelantarkan jemaah di Tanah Suci, seperti di Jeddah dan Makkah, di mana jemaah dibohongi dan tiket tidak dibelikan. Kemenhaj akan bertindak lebih tegas dengan pengawasan ketat dan langkah tanpa toleransi. Setiap travel yang terbukti menelantarkan jemaah, meski baru satu kali, akan langsung dijatuhi sanksi berat berupa penutupan izin operasional. Selain sanksi administratif, seluruh oknum travel, KBIHU, maupun pihak yang terlibat dalam praktik penipuan seperti jual beli layanan badal dan dam palsu yang telah merugikan jemaah hingga miliaran rupiah akan diseret ke jalur hukum untuk diproses secara pidana. Penindakan hukum pidana ini dinilai krusial untuk memberikan efek jera dan membersihkan ekosistem penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dari oknum yang merusak nama baik para ustaz dan kiai. Langkah ini merupakan komitmen Kemenhaj di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 18.16
38 Jemaah Umrah asal Kalsel Telantar di Jeddah, Kemenhaj Periksa PPIU dan Ancam Cabut Izin
Berita terkait
Presiden Prabowo: Dirgahayu Republik Indonesia
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 06.30
HUT ke-81 RI, Warga Diminta Hentikan Aktivitas dan Berdiri Tegap Pukul 10.17 WIB
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 05.44
Prabowo Pimpin Ziarah Nasional dan Renungan Suci di TMP Kalibata
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 05.27
Prabowo Pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Kalibata dalam Rangka HUT ke-81 RI
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 05.08