Bapenda Jateng Blak-blakan soal Mobil Listrik: Belum Berkontribusi PAD
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan kekecewaannya terhadap penjualan mobil listrik yang belum memberikan kontribusi pada pendapatan daerah (PAD). Kepala Bapenda Jawa Tengah, M. Masrofi, menjelaskan hal ini terkait kebijakan relaksasi dan insentif fiskal yang masih diberikan kepada kendaraan listrik. Dalam kesempatan itu, ia berharap peningkatan penjualan kendaraan konvensional yang justru memberikan kontribusi pajak yang lebih besar.
Masrofi menyampaikan bahwa mobil listrik saat ini tidak memberikan kontribusi apa pun kepada PAD karena masih mendapatkan keringangan pajak kendaraan dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Ia menegaskan bahwa tidak ada kontribusi sebesar 25, 50, atau bahkan 100 persen dari penjualan mobil listrik tersebut.
Meskipun mendapatkan keringangan pajak, warga yang menggunakan mobil listrik justru sering mengeluhkan kondisi jalan rusak. Dalam ajang GIIAS Semarang 2026, sebanyak 18 merek mobil turun, mayoritas di antaranya adalah mobil listrik.
Bagikan
Berita terkait
Di Tengah Tren Mobil Listrik, Pendapatan PKB Jawa Barat Justru Terus Meningkat
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 11.00
Penjualan Mobil Listrik Belum Berkontribusi buat Pendapatan Daerah
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 16.15
Akankan Mobil Listrik Xiaomi Masuk Indonesia? Ini Jawabannya
Detik.com · 17 September 2026 pukul 16.45
Seusai HP, Bos Xiaomi Bakal Boyong Mobil Listrik ke Indonesia, 100 Persen
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 10.16