Bappenas: Indonesia punya modal kuat kembangkan ekosistem tokenisasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan ekosistem tokenisasi, didukung oleh tingginya penetrasi internet, pesatnya ekonomi digital, dan meningkatnya adopsi layanan keuangan digital. Tokenisasi Real World Assets (RWA) diharapkan mempercepat transformasi digital, memperluas akses investasi, dan memperkuat pembiayaan sektor produktif dengan merepresentasikan aset riil seperti properti, emas, dan infrastruktur dalam bentuk token digital. Pemerintah mendorong pengembangan ini melalui tiga arah kebijakan: implementasi use case di sektor strategis, penguatan regulasi dan tata kelola, serta kolaborasi antar pemerintah, regulator, dan industri.
Namun, Rachmat menekankan perlunya tata kelola komprehensif untuk mengatasi tantangan seperti penguatan underlying asset, kesiapan infrastruktur, perlindungan konsumen, dan harmonisasi regulasi. Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas Vivi Yulaswati menambahkan, tokenisasi akan dikembangkan di sektor prioritas seperti keuangan, pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif, dengan dukungan inisiatif regulatory sandbox yang sudah ada. Tujuannya agar teknologi ini dapat membantu kelompok rentan seperti petani, nelayan, dan peternak yang selama ini terpinggirkan oleh sistem ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 11.53
Transformasi TelkomGroup Membuah Hasil, InfraNexia Perkuat Tulang Punggung Digital Nasional
Berita terkait
FEKDI X IFSE 2026: Perkuat Sistem Pembayaran dan Ekonomi Digital Antarnegara
Liputan6.com · 27 September 2026 pukul 11.07
ABI: Aset kripto makin strategis dalam ekonomi digital Indonesia
ANTARA News · 26 September 2026 pukul 09.38
Dorong Transformasi Digital, Walkot Makassar Terima Penghargaan TP2DD
Detik.com · 25 September 2026 pukul 14.36
Transformasi Digital Percepat Transaksi Masyarakat, Literasi Keuangan Jadi Kian Penting
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 19.29