Bappenas tegaskan urgensi pengarusutamaan karbon biru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) resmi meluncurkan Peta Jalan Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Karbon Biru 2026-2045. Dokumen ini menandai transformasi strategi iklim Indonesia dari pendekatan berbasis daratan menuju strategi terpadu antara darat dan laut. Peta jalan mengusung tiga capaian utama: Nature, Climate, and People, didukung lima pilar: kebijakan, regulasi, perencanaan; kelembagaan; data dan ilmu pengetahuan; pendanaan; serta pemberdayaan masyarakat. Indonesia memiliki potensi 3,45 juta hektare mangrove dan 660.000 hektare lamun yang dapat menyimpan hingga 3,4 gigaton karbon. Implementasi dilakukan secara bertahap hingga 2045 dengan fokus pada penurunan emisi karbon, ketahanan pesisir, dan keberlanjutan perikanan. Menteri Rachmat Pambudy memberikan empat arahan: integrasi kebijakan lintas sektor, sistem data satu pintu dan MRV internasional, optimasi pendanaan inovatif, serta manfaat inklusif bagi masyarakat pesisir.
Bagikan
Berita terkait
Neraka Bocor Hantam Bumi, Ilmuwan Teriak Kiamat di Depan Mata
CNBC Indonesia · 27 September 2026 pukul 06.20
Hadapi Perubahan Iklim, 269.000 Bibit Mangrove Ditanam di Pesisir Jawa
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 13.45
269 Ribu Mangrove Ditanam di Pantura, Lahan Mati Disulap Jadi Sawah
Detik.com · 25 September 2026 pukul 11.03
PGN Grup Tanam Lebih dari 269.000 Mangrove di Sejumlah Pesisir Pantai
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 16.04