Neraka Bocor Hantam Bumi, Ilmuwan Teriak Kiamat di Depan Mata
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Berdasarkan analisis data satelit, lautan di Eropa mencatatkan suhu permukaan terpanas sejak 1982, dengan titik tertinggi mencapai 33,02 derajat Celsius di lepas pantai Mallorca, Spanyol. Gelombang panas laut (marine heatwaves) semakin sering, intens, dan meluas akibat emisi gas rumah kaca. Para ilmuwan, termasuk Jean-Pierre Gattuso dari CNRS Prancis, menegaskan rekor suhu terus terpecah hampir setiap hari di banyak wilayah, menandakan kecepatan perubahan iklim yang mengkhawatirkan.
Kenaikan suhu laut drastis ini menyebabkan kematian massal hingga 95% hutan rumput laut (kelp) di Teluk Biscay, Prancis dan Spanyol, yang merupakan habitat penting bagi berbagai spesies seperti lobster, udang karang, dan bulu babi. Jose Manuel Rico Ordas dari Universitas Oviedo memperingatkan bahwa komunitas perikanan tradisional berisiko punah jika kondisi ini berlanjut. Di Laut Mediterania, lebih dari 1.000 spesies asing telah masuk dan mengancam ekosistem lokal.
Di Selat Inggris, ledakan populasi gurita yang dipicu oleh gelombang panas panjang menjadi ancaman bagi para nelayan kerang, karena gurita memangsa lobster, kepiting, dan kerang secara masif. Fenomena ini telah menyebabkan krisis ekonomi bagi industri perikanan kecil dan dijuluki 'apokalips gurita'. Para ilmuwan mendesak aksi mitigasi iklim global yang nyata untuk mencegah kehancuran ekosistem laut dan kelangsungan komunitas pesisir Eropa.
Bagikan
Berita terkait
Rekor, 5.000 Orang Meninggal Akibat Gelombang Panas di Spanyol
Detik.com · 1 September 2026 pukul 16.24
Gelombang Panas Ekstrem Eropa 2026: 80 Juta Orang Terpapar Suhu di Atas 40 Derajat
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.04
Menteri LH: Presiden Lakukan Langkah Nyata Kendalikan Perubahan Iklim
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 19.17
Tanda Kiamat di Bumi Makin Dekat, Tandanya Sudah Muncul di Laut
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 12.15