BBM Langka dan Krisis Energi, Negara Ini Kini Bergantung pada China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kuba sedang mengalami krisis energi akibat kelangkaan bahan bakar, terutama minyak mentah impor dari Venezuela yang anjlok. Untuk mengatasi pemadaman listrik hampir setiap hari, negara ini bergantung pada panel surya asal China. Dalam duhuh dua tahun terakhir, 41 PLTS skala menengah dan 18 PLTS skala kecil telah dibangun, dengan total kapasitas sekitar 1.000 MW saat puncak, hampir lima kali lipat dari kapasitas sebelumnya dan setara sepertiga kebutuhan listrik puncak Kuba yang mencapai 3.200 MW.
China menjadi pemasok utama peralatan tenaga surya ke Kuba. Impor peralatan surya dari China mencapai US$117 juta pada 2025, melonjak dari hanya US$3 juta pada 2023. Proyek-proyek ini didanai dari pendapatan sektor nikel, dan rencana ekonomi 2026 mencatat sumbangan panel surya 320 MW dari China, sementara Vietnam dan Jepang juga memberikan peralatan dalam skala lebih kecil.
Meskipun bantuan energi surya dari China membantu, krisis listrik belum berakhir. Jaringan listrik Kuba yang sudah tua, penurunan kinerja pembangkit fosil, dan minimnya kapasitas penyimpanan baterai membuat sebagian kapasitas surya yang terpasang belum optimal dimanfaatkan.
Bagikan
Berita terkait
Trump Sesumbar Negara Komunis Ini Bakal Jatuh, China Pasang Badan
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 20.00
China Kritik AS di PBB, Minta Hormati Negara Teluk dan Berhenti Ancam Kuba
Detik.com · 27 September 2026 pukul 01.09
Lagi-lagi Listrik di Kuba Lumpuh Total, Warga Jengkel
Detik.com · 19 September 2026 pukul 06.52
Dibikin Rugi Trump Rp143 T, Negara Komunis Ini Mulai Lawan AS
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 06.05