Begini Kondisi Sebaran Debu Vulkanik Anak Krakatau Pagi Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344162/original/037334200_1788938072-Screenshot_2026-09-09_134350.jpg)
BMKG melaporkan bahwa sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak terdeteksi melalui analisis citra RGB Himawari-9 pada Kamis (10/9/2026) pukul 04.00 WIB. Data MAGMA Indonesia juga mencatat tidak ada erupsi baru pada hari tersebut setelah sebelumnya terjadi letusan pada Rabu (9/9/2026) pukul 00.47 WIB yang tidak teramati secara visual.
Sebelumnya, arah sebaran abu vulkanik sempat berubah akibat pengaruh angin atmosfer. Pada Rabu siang, abu di ketinggian 5.000 kaki bergerak ke barat daya menuju Selat Sunda dan Pandeglang, menjauhi Lampung. Namun, pada lapisan atmosfer yang lebih tinggi (7.000 kaki), abu tetap bergerak ke barat laut mencakup wilayah Teluk Lampung. Masyarakat diminta terus memantau informasi terbaru karena arah sebaran abu dapat berubah sewaktu-waktu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 9 September 2026 pukul 09.31
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar ke Sebagian Teluk Lampung Pagi Ini
ANTARA News · 8 September 2026 pukul 19.05
BMKG: Aktivitas Anak Krakatau tak picu anomali gelombang Selat Sunda
kumparan · 8 September 2026 pukul 17.39
BMKG: Erupsi Anak Krakatau Hari Ini Tak Sebabkan Abu Vulkanik ke Arah Jakarta
Detik.com · 8 September 2026 pukul 14.59
Intensitas Erupsi Anak Krakatau Menurun, Abu Vulkanik Jauhi Indonesia
Berita terkait
Anak Krakatau Erupsi Lagi Pagi Ini, Simak Detailnya
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 09.54
BMKG Tak Lagi Cantumkan Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
Detik.com · 7 September 2026 pukul 17.32
Gas SO2 Menyebar Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau? Ini Kata BMKG dan PVMBG
Detik.com · 7 September 2026 pukul 16.24
Apakah Abu Gunung Anak Krakatau Bisa Sampai ke Jogja? Begini Kata BMKG
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 16.15