Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

BMKG: Aktivitas Anak Krakatau tak picu anomali gelombang Selat Sunda

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau hingga Selasa tidak memicu anomali gelombang laut di Selat Sunda. Pemantauan menggunakan 20 stasiun tsunami gauge dan HF Radar Array di wilayah Carita dan Tanjung Lesung menunjukkan probabilitas tsunami berada pada kategori rendah, yakni di bawah 50 persen. BMKG juga melaporkan tidak adanya kenaikan tinggi muka air laut atau perubahan pola arus permukaan yang signifikan yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya tsunami.

Tinggi gelombang di Selat Sunda diperkirakan tetap stabil berkisar antara 0,5 hingga 3 meter. Prakiraan cuaca permukaan untuk tujuh hari ke depan, dari 8 hingga 13 September 2026, menunjukkan kondisi cerah hingga cerah berawan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi terbaru Anak Krakatau pada pukul 07.49 WIB dengan kategori strombolian (erupsi kecil), amplitudo maksimum 48 mm, dan durasi 19 detik, disertai penurunan intensitas gangguan geomagnetik dan petir vulkanik.

Untuk mengurangi dampak abu vulkanik, BMKG bersama BNPB dan Kementerian Perhubungan mengoperasikan lima armada penerbangan dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), termasuk dua pesawat Cessna Caravan. Operasi ini mencakup penyemprotan bubuk garam (NaCl), cairan CaCl2 sebagai inti kondensasi hujan, dan tiga unit penyemprotan air langsung ke atmosfer. BMKG menyarankan warga di wilayah terdampak untuk tetap berada di dalam rumah, memakai masker, dan menggunakan kacamata pelindung.

Peristiwa ini diliput 6 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait