Belajar ke Bali Bareng Ubaya, Desa Belik Mojokerto Bawa Pulang Bekal Kreativitas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Universitas Surabaya (Ubaya) mengirimkan rombongan pengelola Desa Wisata Belik, Mojokerto, belajar lapangan ke Bali sebagai bagian Program Pemberdayaan Desa Wisata Berkelanjutan. Kegiatan ini didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM), Ditjen Risbang, Kemdiktisaintek. Tujuan utama adalah memberi inspirasi dan mengubah mindset pengelola agar mampu mengembangkan desa wisata secara berkelanjutan. Menurut Benny Lianto, Rektor Ubaya, pelatihan dan ceramah saja tidak cukup; pengelola perlu melihat langsung praktik pengelolaan desa wisata lain yang sudah sukses. Rom bongan terdiri dari unsur pemerintah desa, BPD, BUMDes, Pokdarwis, Karang Taruna, dan pengurus wisata Petung Park. Mereka mengunjungi Desa Wisata Budaya Batuan di Gianyar untuk mempelajari cara masyarakat menjaga warisan budaya selama lebih seribu tahun dan mengemasnya menjadi atraksi wisata. Pengalaman ini diharapkan dapat memberi bekal kreativitas bagi pengelola Desa Belik untuk mengembangkan potensi lokal dan meningkatkan perekonomian desa.
Bagikan
Berita terkait
Pembelajaran Lapangan: Mengubah Inspirasi Menjadi Inovasi Desa Wisata
SINDOnews · 12 September 2026 pukul 17.47
Desamorfosis 2026, Puluhan Desa Wisata di Klaten Unjuk Potensi
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 15.54
2 WNA di Bali Buka Pelatihan Kursus Motor Ilegal, Imigrasi Buru Pelaku
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 14.08
Kemendikdasmen Revitalisasi 401 Sekolah di Bali pada 2026
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 13.51