Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Benarkah Cat Rambut Picu Kanker Payudara? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Isu mengenai klaim peningkatan risiko kanker payudra hingga 60% akibat penggunaan cat rambut ramai diperbincangkan di media sosial. Klaim ini merujuk pada Sister Study yang melibatkan 46.709 perempuan dan dipublikasikan dalam International Journal of Cancer. Namun, dr. Samuel Stemi dari Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University menjelaskan bahwa angka 60% tersebut merupakan peningkatan risiko relatif, bukan probabilitas pasti bahwa 60% pengguna cat rambut akan menderita kanker payudara. Studi ini bersifat observasional sehingga hanya menunjukkan asosiasasi, bukan bukti sebab-akibat.

Dr. Samuel menekankan bahwa peningkatan risiko tidak merata di semua kelompok. Data menunjukkan perbedaan risiko yang signifikan berdasarkan latar belakang etnis dan frekuensi penggunaan cat rambut. Meskipun bahan kimia seperti aromatic amines dan p-phenylenediamine (PPD) menjadi perhatian, formulasi cat rambut telah berubah drastis sejak 1970-an, ketika bahan karsinogenik berbahaya sudah dibatasi atau dihilangkan. Menurut International Agency for Research on Cancer (IARC) di bawah WHO, kategori keamanan cat rambut dibedakan menjadi dua tipe.

Faktor risiko kanker payudara yang jauh lebih kuat dan terbukti secara ilmiah meliputi usia, faktor genetik, obesitas pasca menopause, konsumsi alkohol, kurangnya aktivitas fisik, dan faktor hormonal. Masyarakat diimbau tidak panik namun tetap waspada, serta mengikuti langkah-langkah pengurangan risiko jika ingin tetap menggunakan cat rambut.

Berita terkait